Selasa, 30 Juli 2013

Bahagia dengan 'Kerennya" seorang cowok

Gadis A:

“Ihh, Keren banget Boyband SUJU, gayanya trendi, rambutnya keren abis, mukanya ada yang imut dan ganteng, aku nabung dari beberapa bulan yang lalu buat beli tiket konsernya, ngantri 12 jam tiket juga ga masalah”

Gadis B:

“si Boy keren banget ya, gayanya cool, anak band gitu lho, doi juga agak berduit, masih jomblo pula, wah kalo dia nembak cewek ga akan tertolak, mudahan akyu yang kena hehe, trus jadi suami idamanku”

Gadis C:

“si Ron tu cowok paling keren di kampus, gayanya biasa aja tapi macho, bikin penasaran cewek-cewek, bodinya top dah, doi kan atlet basket, banyak fans ceweknya, udah ga kehitung cewek yang nembak dia, tapi ditolak terus, makin bikin cewek tambah penasaran aja, beruntunglah yang jadi pendamping hidupnya”



Kurang-lebih seperti inilah gosip dan komentar yang tersebar di sebagian para kaum hawa muslimah. Yang kita sorot adalah patokan utama memilih laki-laki [jadi pendamping hidup] dengan “keren” saja. Padahal bisakah wanita bahagia dengan “keren”nya laki-laki dalam kacamata wanita tersebut?



Para wanita yang terpedaya

Para wanita memang punya sifat dasar mudah condong dengan kemilau dunia, sampai terkadang menutup akal sehatnya. Salah satu dalilnya yaitu mengenai mayoritas pengikut Dajjal kelak, mereka yang lemah hatinya dan mudah terpengaruh dengan kemilau dunia karena Dajjal diberi kemampuan membuat semacam surga di dunia yang sejatinya adalah neraka

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثَرُ مِنْ يَتْبَعُهُ الْيَهُودُ وَالنِّسَاءُ وَالأَعْرَابُ

“Kebanyakan orang yang mengikuti Dajjal itu adalah Yahudi, Wanita dan A’rob (Arab Gunung).”



Ini pula yang diisyaratkan mengenai kebengkokan wanita. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ لَنْ تَسْتَقِيْمَ لَكَ عَلَى طَرِيْقَةٍ

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk [yang bengkok] dan ia (seorang wanita) tidak akan lurus bagimu di atas satu jalan.”

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah barkata,

فَكَانَ الْمَعْنَى أَنَّ النِّسَاءَ خُلِقْنَ مِنْ أَصْلٍ خُلِقَ مِنْ شَيْءٍ مُعْوَجٍّ… فَلَا يُنْكَرُ اعْوِجَاجُهَا أَوِ الْإِشَارَةُ إِلَى أَنَّهَا لَا تَقْبَلُ التَّقْوِيمَ كَمَا أَنَّ الضِّلَعَ لَا يَقْبَلُهُ

“Maknanya bahwa para wanita diciptakan asalnya adalah diciptakan dari sesuatu yang bengkok…“Janganlah diingkari kebengkokan seorang wanita, atau isyarat bahwa wanita tidak bisa diluruskan sebagaimana tulang rusuk tidak bisa diluruskan”



Bahagia dengan keren?

Tentu setiap wanita berharap bahwa puncak pembuktian cinta laki-laki adalah menikahinya kemudian membuatnya bahagia di mahligai pernikahan. Karena memang pembuktian cinta yang sejati hanya dengan menikah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لم ير للمتحا بين مثل النكاح

“Tidak diketahui [yang lebih bermanfaat] bagi dua orang yang saling mencinta semisal pernikahan”



Sadarlah wahai para wanita, Jika “keren”nya sebagaimana komentar di atas tanpa ada kelebihan yang lain, maka bisakah ia membahagiakanmu ketika sudah menikah nanti? Bermanfaat besarkah kerennya itu ketika sudah menikah nanti?

Bisa jadi nantinya:

-cowok boyband itu ternyata Cuma tahunya dance saja atau yang gawatnya cowok alay

-cowok band kaya itu manja dan kerennya karena menghabiskan uang orang tua

-cowok pemain basket itu banyak fans ceweknya jadi gampang selingkuh



Kerennya “cowok-cowok” yang mereka idolakan bahkan mejadi sosok suami idaman itu termasuk kemilau dunia, yaitu hanya terlihat sedap dipandang saja.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللهَ تَعَالَى مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ



“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau [sedap dan menarik dipandang]. Dan sesungguhnya Allah ta’ala menjadikan kalian pemimpin padanya. Lalu Dia akan melihat bagaimana amalan kalian. Maka takutlah kalian dari fitnahnya dunia dan takutlah kalian dari fitnahnya wanita.”

Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” [Luqmaan: 33]



Hati-hati: Sekali salah pilih suami, susah lepas, kemudian menyesal

Ketika wanita salah memilih suami, tidak sesuai dengan yang diharapkan, ternyata dia manja, “brengsek” serta tidak bertanggung jawab. Maka wanita tersebut susah lepas dalam artian mereka tidak berdaya menghadapi suaminya. Wanita dikiaskan seperti tawanan suaminya

Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّمَا هُنَّ عَوَانٌ عِنْدَكُمْ

“Hendaknya kalian berwasiat yang baik untuk para wanita karena mereka sesungguhnya hanyalah tawanan yang tertawan oleh kalian”



Laki-laki bagaimana yang bisa membahagiakan?

Yaitu laki-laki yang selayaknya tidak ditolak lamarannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ، وَفَسَادٌ عَرِيضٌ

“Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridhoi akhlak dan agamanya maka nikahkanlah ia, jika tidak kalian lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas.”



Cukuplah bukti bagi kita para artis selebrtitis yang sudah lengkap pasangan hidupnya berupa paras wajah yang baik, kaya, terkenal dan dihormati, akan tetapi mereka kawin-cerai tidak menemukan kebahagiaan.

Kemudian laki-laki yang bertanggung jawab, care dan peduli dengan anak-istrinya.Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كفى بالمرء إثما أن يضيع من يقوت

“Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.”

Dan yang terpenting punya modal secukupnya berupa harta, bukan modal makan cinta saja atau maju modal jenggot saja. Bisa kita lihat dalamkisah ketika Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anhadilamar:

عن فاطمة بنت قيس رضي الله عنها قالت‏:‏ أتيت النبي صلى الله عليه وسلم، فقلت‏:‏ إن أبا الجهم ومعاوية خطباني‏؟‏ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم‏:‏‏”‏أما معاوية، فصعلوك لا مال له ، وأما أبوالجهم، فلا يضع العصا عن عاتقه‏


“Dari Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha, ia berkata: ‘Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku berkata, “Sesungguhnya Abul Jahm dan Mu’awiyah telah melamarku”. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Adapun Mu’awiyah adalah orang fakir, ia tidak mempunyai harta. Adapun Abul Jahm, ia tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya”.”

Dan masih ada kriteria lainnya mengenai laki-laki yang bisa membahagiakan engkau wahai para wanita muslimah, silakan membaca di kitab nikah.



Dan pertimbangkan nasihat orang yang menasehati untuk wanita:

“hati-hati memilih suami, terlalu kaya nanti bisa jadi gampang menginjak-injak istri, terlalu ganteng nanti bisa jadi gampang selingkuh, terlalu pintar nanti bisa jadi gampang membodohi istri”

Senin, 22 Juli 2013

Jadi Muslimin / Muslimah menyenangkan, Tapi susah di jalanin...

Gak Pacaran Sih, Tapi Kok TTM-an? 

Sebuah Renungan Untukku, Untukmu Dan Untuk Kita Semua Udah tau kan sob, memang dimana-mana cowok sukanya curhat ama cewek, dan sebaliknya cewek sukanya curhat sama cowok. Alasannya sih katanya lebih seru dan lebih terpercaya, alibi aja itu mah, bilang aja sukaa 

Padahal curhat-curhatan cowok-cewek itu bahaya loh sob, awal-awalnya sih emang bilang temen, lama-lama jadi demen. Alasannya sih "nganggep adik angkat" (adek ketemu gede?) awalnya memang adik angkat, lama-lama temen dekat, terus melekat deh.... ngaku ayo!?


Walaupun kamu gak bilang kamu pacaran, kalo aktivitasmu begitu, ya sama-sama aja maksiatmuuuu atau sekedar sms say hello, "udah makan belum?", "udah mandi belum?" halah, emaknya aja gak segitunya...

Tau gak, nafsu itu kaya magnet, berlaku hukum tarik menarik
F = G x (Ma x Mb)/r2

gak ngerti ya? ckckck.. dijelasin ya

F = nafsu total
G = udah baligh
Ma = syahwat laki-laki
Mb = syahwat wanit
r = radius (jarak)
understand??

Jadi semakin deket cowok sama cewek, semakin bahayalah mereka, semakin mungkin baku syahwat diantara mereka, hati-hati nih kalo udah gini. Maka semakin kenceng akslerasi syahwat, maka semakin bahaya hasil akhirnya, apalagi syahwat kamu akslerasinya 100 km dlm 3 detik (wow!). Allah yg ciptain kita tau bahwa kita punya syahwat, Dia yang ngasi, makanya sebelum nikah Dia perintah untuk jangan deket-deket lawan jenis. Rasul pun tau kita punya syahwat, maka sebelum akad jangan dekat, apalagi berduaan karna yg ketiganya pasti adalah setan.

Sekedar boncengan, pulang berduaan, kerja kelompok berdua (kelompok apaan nih, ganda campuran?) semua tak diperkenankan, demi kita juga kok. Walau kamu bilang kamu cuma teman, siapa yg jamin bukan TTM, teman tapi maling, eh salah, teman tapi mesra?
Gak ada yg jamin kan?


Apalagi Rasul bilang "nahnu nahkum bi dzhahir" (kami menghukumi yang tampak), bukan yg tersembunyi dalam hati, ya kan Makanya dalam Islam, ikhwan dan akhwat aktivitasnya dipisah, bukan apa-apa, mencegah lebih baik dari mengobati. Dengan gitu niat terjaga dan amal pun terpelihara, apalagi kemuliaan dan kehormatan juga ikut terjaga, adem kan. Apalagi jaman sekarang, dunia maya begitu serem, mantengin foto ikhwan / akhwat bukan perkara sulit kaya jaman dulu. Jaman dulu mah, minta poto cewek setengah mati, jaman sekarang foto cewek berbagai gaya ada, yg mati setengah juga ada.. hehe..

Chatting mudah, kontak mudah, tanpa sadar muda-mudi kita udah mulai terpapar bahaya dunia maya, gak terkecuali pengemban dakwah (nah lo). "nggak kok mas, ini cuma koordinasi dakwah" koordinasi atau koor di nasi?? kok pake pesan "ukhti, afwan, inget tahajudnya ya.."
"oo. bukan mbak, ini cuma nanya hukum ke si akhii" pertanyaan atau perhatian?? kok demen banget? knp gak tanya ustadzahnya aja. hayoo..
Tulisannya "I love you, coz Allah" tapi dipakein koma, lagian yang begini-begini gak perlu diungkapin ke orangnya lagi, doain aja..
komennya "Keep istiqamah ya ukhti yang disayangi Allah.." ampun deeh, katanya dakwah tp kok begituu...
Jaga niat ya sob, batesin interaksi sama lawan jenis, kalo Allah udah kasih jalan yang luas, ngapain lagi jalan di pinggir2 jurang. Jalan masih panjang, dan masih luas, jalanlah ditengah-tengah, kita gak pernah tau kapan badai berhembus bisa meniupkan fitnah pada kita. Siapa pria yang hatinya belum terjaga hendaklah menikah, siapa yang belum menikah, hendaklah menjaga hatinya dari fitnah wanita.

Curhat boleh, kita tau kok kamu perlu nge-refresh pikiran, sama ibu bapak kan bisa, atau sama temen-temen yg sesama jenis bisa kan? Interaksi boleh, tapi bagi yang masih liar hatinya, banyak-banyaklah meluruskan niat yaa
So, yang udah terlanjur ada hubungan tanpa ikatan, walau tak dinamakan pacaran, udaaah putusin aja, tapi nikahin..